BI Sebut CAD Melebar karena Tak Ada Modal Asing Masuk ke RI - Cewek Hot - Cewek Panas - Cewek Indonesia - Cewek Abg Plus - Pijit Plus

Breaking

Home Top Ad


Post Top Ad

Responsive Ads Here

Monday, September 10, 2018

BI Sebut CAD Melebar karena Tak Ada Modal Asing Masuk ke RI

BI Sebut CAD Melebar karena Tak Ada Modal Asing Masuk ke RI


 http://detikabg.blogspot.com/



Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara mengungkapkan, pelebaran defisit transaksi berjalan Indonesia atau current account defisit/CAD terus pada paruh pertama 2018. Hal itu utamanya dipicu oleh tidak masuknya aliran modal asing ke Indonesia.


Dia menjabarkan, transaksi modal dan finansial pada periode tersebut hanya mencapai US$6,5 miliar, di mana tidak ada investasi yang masuk ke portfolio.




Sedangkan pada 2016 dan 2017, aliran modal yang masuk untuk investasi langsung masing-masing mencapai US$16,1 miliar dan US$19.4 miliar, serta investasi portofolio yang masuk sebesar US$19 miliar dan US$20,6 miliar.


"Kemudian, ada keluar untuk pembayaran utang luar negeri US$5,8 miliar dan US$10,8 miliar. Sehingga, net transaksi modal dan financial US$29 miliar bisa menutup defisit (CAD) yang (pada tahun tersebut) sebesar US$17 miliar dan US$17,3 miliar," katanya di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin 10 September 2018.

Sementara itu, lanjut dia, dengan tidak adanya aliran modal yang masuk ke Indonesia pada paruh pertama di 2018, maka CAD yang pada kuartal I sebesar US$5,7 dan melebar di kuartal II 2018 sebesar US$8 miliar atau tiga persen terhadap produk domestik bruto tidak dapat dibiayai.


"Tahun ini yang kami perkirakan di awal tahun itu investasi portofolio masuk tetapi yang terjadi adalah net investasi portofolio adalah keluar atau outflow sekitar US$1,1 miliar. Jadi, (total CAD) US$13,5 miliar hanya bisa ditutup US$6,5 miliar," tuturnya.

Akibat hal tersebut, lanjut Mirza, menyebabkan sentimen negatif investor terhadap perekonomian domestik semakin mencuat. Terlebih, di tengah gejolak ekonomi global yang masih berlangsung akibat suku bunga acuan Amerika Serikat, yang terus mengalami kenaikan dan perang perdagangan antara AS dan negara mitra dagang utamanya yang terus memanas.

"Jadi, itu kemudian sumber utama pelemahan kurs di tengah interest rate AS yang terus meningkat dan belum berhenti. Ditambah dengan perang dengan AS dan China, yang mana Tiongkok merespons dengan pelemahan kursnya," ungkapnya.

Karena itu, dia mengatakan, bauran kebijakan Bank Indonesia dengan pemerintah maupun Otoritas Jasa Keuangan seperti menggenjot sektor pariwisata dan mengendalikan impor. Melalui penundaan proyek infrastruktur maupun perluasan implementasi kebijakan B20 akan terus di dorong demi menekan CAD.




"Berbagai bauran kebijakan makro ekonomi nasional yang ditempuhr pemerintah, BI, OJK dan institusi lain diharapkan  bisa perbaikan CAD di 2019," ungkap Mirza.

"BI dalam komunikasikan pada pasar keuangan yang menjadi investor pasar keuangan, termasuk investor di SBN (Surat Berharga Negara), kami selalu sampaikan kami berusaha agar defisit ekspor-impor atau CAD agar tidak melebihi tiga persen dari PDB," tambahnya.


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here